Minggu, 14 Oktober 2012

Interview Singkat Dengan Reza


Pada tanggal 8 Januari 2010, Ariel, Uki, Lukman, Reza dan David mengisi acara Petik Hadiah Bank Jabar Banten yang disiarkan live oleh Trans TV. Kali ini selama di perjalanan dari Bandung menuju Jakarta kita dapat kesempatan untuk mewawancarai Reza, ini dia hasil interviewnya...
 
Kalau ada manggung di Jakarta biasanya lebih sering ikut personil yang lain, pakai jemputan atau nyetir sendiri?
Aku sih lebih suka nyetir sendiri... lebih nyaman aja.
Biasanya selama di perjalanan ngapain aja?
Ya begini ini.. santailah... makan kue... cemilan gitu... sambil putar lagu. Tapi sering juga aku putar CD pengajian, apalagi kalau berangkat dari Bandung tengah malam atau subuh, hati jadi lebih tenang.
Kalau di mobil suka nyanyi nggak?
Nggak... ha ha ha... ya paling sedikit itu juga nyanyi-nyanyi kecil aja.. he he he (sambil malu-malu)
Oya, Reza kan baru aja dikaruniai anak kedua, boleh disebutkan nggak nama putranya siapa? Artinya apa?
Namanya Danish Muqeet, Danish artinya lelaki bijaksana... Muqeet itu artinya pemberi rezeki.
Ngomongin soal anak... Reza kan punya masa kanak-kanak... apa sih yang paling diingat dari masa kecil Reza?
Yang paling diingat itu... dulu Papa sering dipindah tugaskan, Menado, Makasar lalu ke Palu... kita sekeluarga hidup sederhana, sebetulnya waktu itu dengan pekerjaan Papa sebagai akuntan, kita mampu beli beberapa buah mobil, tapi waktu itu Papa cuma pakai mobil hardtop dinas sama satu buah motor, itu juga ketika selesai masa jabatan, mobilnya dikembalikan ke kantor. Papa selalu berpesan untuk hidup apa adanya, beliau pernah berkata "Biarlah kita hidup dgn gaji begini, hidup apa adanya, nggak makan uang orang, nggak stress dikejar-kejar orang, tapi hidup tenang...".
Lalu bagaimana cara orangtua mendidik Reza selain dengan menerapkan cara hidup sederhana?
Orang tua aku selain mendidik aku agar dapat hidup sederhana, juga menerapkan kemandirian untuk anak-anaknya. Di rumah itu kami tiga bersaudara, harus bagi-bagi tugas karena nggak ada pembantu padahal rumah aku cukup besar. Dari mulai kelas satu SMP udah mulai cuci baju sendiri, cuci piring bekas makan sendiri, kadang juga harus memasak. Dan sampai sekarang kebiasaan itu terbawa. Di rumah aku sekarang, kalau istri nggak masak, aku yang masak untuk keluarga.
Masak apa tuh?
Ya kebanyakan sih sayur-sayuran... aku juga kan nggak makan daging ayam dan sapi sekarang.
Apa sih latar belakangnya Reza menjadi semi-vegetarian seperti sekarang ini?
Sebenarnya sih dulu waktu di Palu, Mama aku sakit-sakitan... sering cuci darah dan lain-lain. Akhirnya mama harus mengurangi makan daging-dagingan, nah kita sekeluarga pun ikut-ikutan banyak makan sayur-sayuran dan ngurangin daging. Akhirnya kebiasaan itu terbawa sampai sekarang... tapi di keluargaku cuma aku yang meneruskan kebiasaan itu. Adik-adik aku makannya normal. Dan sekarang mama aku sembuh dan sehat, ya karena mengubah pola makannya.
Ok, pertanyaan terakhir nih... apa obsesi atau cita-cita yang belum kesampaian?
Aku mau banget bikin usaha berdua sama Papa... inginnya usaha agrobisnis tanaman coklat. Di Sulawesi itu orang-orang hidup dari coklat, memang sangat menguntungkan coklat itu karena nilainya diukur memakai dollar. Sekarang aku masih nabung untuk usaha itu... semoga aja bisa cepat tercapai.
Itulah sosok dari Reza yang masih tetap rendah hati walaupun sudah berada di puncak kariernya sebagai drummer dari band papan atas yang kita semua banggakan. Maju terus ya Reza, semoga semua cita-citanya yang belum tercapai dapat segera terwujudkan.
Sumber :http://www.noah-site.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar