Jumat, 23 Maret 2012

Makalah Budidaya Ikan


Makalah Ternak Ikan
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Masyarakat rengas bandung sudah lama mengenal ikan sebagai bahan pangan dan industri. Peternak ikan biasanya berternak di kolam atau di sungai batang hari, sebagian kecil peternak membudidayakan iakn nya di kolam.
Ikan merupakan salah satu bahan pangan yang tinggi kandungan protein nya. Seringkali peternak ikan mengalami kesulitan dalam memulai usaha berternak ikan. Hal ini bukan di sesbabkan cara berternak dan pemeliharaannya yang sukar, tetapi keterbatasan pengetahuan dan tehnik cara berternak atau membudidayakan ikan.
1.2  Rumusan Masalah
1.      Bagaimana cara berternak ikan dengan baik dan benar.
2.      Apa sajakah penyebab peternak ikan gagal panen.
3.      Apa saja jenis-jenis iakn yang mudah untuk diternak
4.      Bagaimana cara mencegah agar tidak gagal panen

1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui cara pemeliharaan ikan dengan baik.
2.      Untuk mengetahui dasar-dasar budidaya ikan.

1.4  Manfaat
1.      Manfaat bagi siswa
Bisa menambah wawasan atau cakrawala tentang dunia ikan.
2.      Manfaat bagi masyarakat
Bisa dijadiakn sebagai mata pencaharian.




BAB II
BIDANG  PERIKANAN
2.1  Dasar-Dasar Budidaya Ikan
1.      Perairan
Air kolam yang seharusnya dalam keadaan Alkalis atau Netral memberikan yang baik dari pada perairan yang bersifat asam. pH 4 dapat mematikan ikan, pH 6,5 adalah keadaan yang paling buruk untuk  perikanan. Air yang baik yaitu air yang cukup mengandung oksigen (O2).
2.      Tanah
Pada budidaya ikan di gunakan tanah yang tidak produktif (tanah) yang tidak digunakan untuk pertanian . untuk budidaya yang mengandalkan makanan alami maka lumpur di dasar kolam sangat di perlukan karena dapat meningkatkan kesuburan kolam sehingga  ikan dapat tumbuh besar dengan sempurna
3.      Pengeringan kolam
Kolam perlu di keringkan setiap satu atau dua tahun sekali. Saat pengeringan maka dasar kolam  akan bersentuhan dengan sinar matahari dari udara , sehingga dapat mengembalikan kesuburan tanah serta dapat mematikan insekta dan pasrah yang membahayakan ikan. 

4.      Pemupukan
Produksi ikan di kolam lebih banyak di tentukan oleh tingkat kesuburan tanah. Oleh karena itu kolam perlu di pupuk baik pupuk kandang, kompos, maupun pupuk buatan agar hasil panen lebih memuaskan. Pemakaian pupuk kandang perlu pelapukan sebelum di masukan kedalam kolam. Dosis pupuk kandang sekitar 0,5 Kg atau 0,75 Kg setiap M2.


2.2  Budidaya Lele Lokal
1.   Benih
Induk lele sebaik nya sudah berumur 4 bulan dengan berat badan ± 100 gram, induk jantan alat kelamin di dekat dubur berupa tonjolan luncing, warna kulit gelap, kepala kecil, kulit halus, perut gempal dan ramping.
Induk betina di dekat lubang dubur berupa tonjolan bulat berlubang di ujung nya, warna lebih cerah, kepala besar, kulit kasar dan perut lembek.
2.   Kolam
Dasar kolam di cangkuli atau di bajak sebaik nya dinding kolam di tembok agar ikan tidak keluar kolam kapur dengan dosis 20-200 gram per M2. Pengapuran dilakukan untuk membrantas penyakit serta mengatur keasaman tanah.
Di atas pupuk kandang di letak kan potongan bamboo sebagai tempat persembunyian lele. Kemudian kolam di beri air, setelah di endapkan selama 2 minggu, kolam dapat di gunakan. Bila sumber air berasal dari comberan maka di buat pengendapan 1x 1x1 M sebelum air di masukan ke kolam, dapat di tebarkan 20 ekor ikan / M2.
3.   Makanan
Makanan yang di butuh kan adalah makana alami dan tambahan, makanan alami missal nya cacing, plankton. Makana buatan bias di buat dengan campuran beketul, jagung dan bekicot.
4.   Pencegan terhadap hama dan penyakit
a.    Sebelum benih di tebar kan di rendam dulu dalam larutan formalin selama 10-50 menit dengan dosis 2cc/ liter.
b.   Kolam perlu di jemur, di beri kapur dan di semprot dengan menggunakan kalium permanganat.
c.    Menebarkan ikan predator  untuk  memakan parasit.
’’ cara membudidayakan ikan dengan baik yaitu dengan cara memilih benih unggulan, dasar kolam harus di cangkul dan pemberian makan ikan bias dengan makan alami dan buatan’’
5.   Panen
Setelah 6-8 bulan sudah dapat di panen. Pada usia± 200 gram per ekor. Cara penang kapannya dengan menggunakan jarring agar ikan tidal cacat. Untuk menhilangkan bau tanah dan amis , setelah panen di rendam 1-2 hari tanpa pemberian makanan ( puasa )

2.3  Budidaya Ikan Nila
Setelah dikawinkan atau dipijahkan, Ikan nila perlu diberok (dipisahkan antara jantan dengan betina) selama 3 hari. Kolam untuk pemijahan dikeringkan selama 5-7 hari agar bakteri atau parasit setelah dasar kolam sudah betul-betul kering, air dialirkan ke kolam setinggi 65cm. Pada kolam tersebut  dilengkapi dengan tempat untuk bertelur yaitu ijik atau sabut yang tengahnya dijepit dengan 2 bilah bambu.
Bilah bamboo tersebut diletakan 10 cm dibawah permukaan air. Kemudian induk jantan dan betina dimasukan ke dalam kolam dan diberi makan yang cukup sehingga terjadi perkawinan. Telur yang dihasilakan akan menempel pada sabut atau ijuk, kemudian ijuk yang berisi telur segera di pindahkan ke kolam penetasan yaitu kolam segiempat yang keadaan air cukup jernih dan dasar kolam dapat terkena sinar matahari. Setelah telur menetas sabut atau ijuk dapat di ambil dan ikan dapat di pindahkan ke kolam pemeliharaan.

Pemeliharaan
1.      Pengairan
Air yang jernih dan segar merangsang nafsu makan ikan nila oleh karena itu kolam harus dijaga kebersihan dan kesegarannya, yaitu berasal dari sumbet air yang jernih. Kejernihan air dapat dilihat dari dalamnya sinar matahari yang dapat masuk kelapisan air. Semakin dalam lapisan air yang dapat ditembus sinar matahari maka akan semakin baik kwalitas air tersebut.

2.      Kolam
Kolam berbentuk segiempat seluruh dinding dan dasar kolam sebaiknya dipermanen. Air dapat mengalir sepanjang waktu dalam jumlah yang cukup besar. Pada pintu pemasukan dan pembuangan air dilengkapi dgn saringan dan pada dasar kolam dibuat miring ke arah pintu pembuangan air.
3.      Penebaran
Benih ikan nila ditebarkan di kolam pada pagi hari atau sore dimana suhu air msasih rendah. Pada penebaran sekitar 1-3 kg per M3 air kolam.
4.      Makanan
Makanan ikan nila sebaiknya diberikan dalam bentuk pellet yang mengandung unsure-unsur yang diperlukan untuk pertumbuhan ikan. Pemberian makan dilakukan 3 kali atau 2 kali sehari dengan jumlah yang sama untuk setiap kali pemberian. Tempat yang baik untuk pemberian makan adalah didekat pemasukan air. Pemberian makan dilakukan dengan cara menebarkan pada populasi ikan setiap pemberian makan diusahakan agar ikan tidak terlalu kenyang.
5.      Pemungutan hasil
Dalam waktu pemeliharaan selama 6 bulan, ikan nila dapat di pungut hasilnya dengan cara penangkapan atau pengeringan kolam.


2.4  Budidaya Ikan Mujahir
Dasar kolam ikan mujahir dibuat berlumpur sebab ikan mujahir sering membuat sarang dilumpur untuk bertelur. Ikan mujahir sering terlihat beriring-iringan dipermukaan kolam, untuk itu makanan tambahan yang diberikan yaitu makanan yang dapat terapung. Telur ikan sering tersimpan dalam mulut induknya. Pada saat inilah ikantidak muncul lagi ke permukaan kolam berarti telur telah menetas.
Karena ikan mujahir suka memakan telur dan memakan ikan lain, maka pemeliharaannya tidak dicampur dgn ikan lain atau tersendiri. Dalam kolam berukuran 1 are dimasukan induk sekitar 20 ekor, ukuran ikan 10-20 cm, pada umur 3,5 bulan ikan mujahir akan bertelur dan selang satu bulan ikan mujahir akan bertelur kembali.
Disamping pemupukan untuk menanbah kesuburan kolam, ikan ini perlu diberi makanan tambahan berupa ( Ticangan dan daun-daunan, sisa dapur, bungkil kacang, dedak dan lain-lainya.)
2.5  Membuat Makanan Ikan ( Pelet )
Bahan-bahan :
a.       Tepung ikan                                                    30 gram
b.      Tepung benawah                                             2 gram
c.       Bunkila kacang kedelai                                   10 gram
d.      Terigu                                                              22 gram
e.       Dedak halus                                                    26 gram
f.       Tepung jagung                                                8 gram
g.      Mineral                                                            0,5 gram
h.      Vitamin                                                           1,5 gram

2.6  Cara membuatnya
1.      Bahan-bahan tersebut selanjut nya di campur ( dalam keadaan kering ) di dalam wadah di aduk-aduk hingga merata. Bila di aduk telah homogeny, tambahkan air panas dan campurkan bahan. Pemberian air di lakukan sedikit demi sedikit sambil di aduk hingga merata sampai menjadi adonan berbentuk pasta.
2.      Hasil adonan kemudian di masukan kedalam pencetak pelet. Untuk keperluan ini di perlukan semacam gilingan daging ataualat pembuat kerupuk. Ukuran atau garis tenga pellet dapat diatur sesuai dengan keinginan atau selera.
3.       Pelet yang telah di hasilkan di potong-potong sepanjang kira-kira 2cm, kemudian di keringkan. Pengeringan dapat di lakukan dengan menggunakan alat pengering atau menjemurnya di bawah sinar matahari secara langsung.
4.      Bila pelet sudah betul-betul kering barulah di simpan di tempat yang kering dan di tutup dan pelet sudah siap di gunakan.








BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah di uraikan mengenai budidaya ikan, dapat di simpulkan bahwa:
1. Dengan cara pembudidayaan ikan yang baik ikan dapat tumbuh besar dengan baik
2. Di samping pemupukan untuk menambah kesuburan kolam, ikan perlu di beri makanan tambahan berupa ticangan, daun-daunan, sisa dapur, dedak dan lain-lain

3.2 Saran
Semogah  karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi saya dan semua yang membaca nya, agar pembaca bisa lebih mengetahuai informasi mengenai pembudidayaan ikan, bukan hanya Indonesia tetapi seluruh Negara juga mempelajari pembudidayaan ikan.
Untuk peternak ikan yang ingin berhasil dalam membudidayakan ikan, peternak ikan harus mengerti tentang dasar-dasar budidaya ikan.  

1 komentar: